Cara membuat AI agent untuk bisnis adalah memulai dari satu tugas yang spesifik, memberi agent hanya alat yang dibutuhkan untuk tugas itu, menentukan apa saja yang boleh dikerjakannya tanpa bertanya, lalu mengujinya dengan pekerjaan nyata sebelum dibiarkan bekerja sendiri. Memilih model AI justru bagian yang paling mudah. Sebagian besar pekerjaan, sekaligus hal yang membuat agent bisa dipercaya, ada pada alat, izin, dan pemeriksaan di sekitarnya.
1. Mulai dari satu tugas, bukan asisten serba bisa
"Asisten yang membantu semua hal" sulit dibuat dan lebih sulit lagi dipercaya. Pilih satu tugas saja: menjawab jenis pertanyaan pelanggan tertentu, menyiapkan laporan mingguan, memproses dokumen yang masuk, atau menangani permintaan internal yang berulang. Tuliskan apa yang diterima agent, apa yang harus dihasilkan, dan bagaimana seseorang menilai hasilnya sudah benar atau belum. Bagian terakhir ini nantinya menjadi bahan pengujian.
2. Pilih model AI, dan siapkan rencana saat model bermasalah
Sebagian besar agent saat ini memakai model AI yang diakses lewat API, dan banyak penyedia menawarkan antarmuka yang kompatibel, sehingga Anda tidak terkunci pada satu vendor. Ada dua keputusan yang lebih penting daripada memilih model "terbaik":
- Gunakan model yang lebih ringan dan hemat untuk tugas kecil di latar belakang, dan simpan model yang lebih kuat untuk pekerjaan utama.
- Siapkan cadangan. Layanan penyedia bisa mati, kuota bisa habis, dan kunci akses bisa ditolak. Agent yang diandalkan tim harus tetap berjalan saat itu terjadi.
Di agent yang kami bangun, kedua hal ini terbukti penting jauh sebelum kami memikirkan skor perbandingan model.
3. Beri alat, tetapi hanya yang dibutuhkan
Alatlah yang mengubah chatbot menjadi agent: membaca dan menulis file, mencari di web, memanggil sistem Anda, atau mengirim pesan. Setiap alat yang ditambahkan adalah hal yang bisa dilakukan agent sendiri, jadi tambahkan satu per satu dan hanya ketika tugasnya memang membutuhkan. Menyambungkan alat atau integrasi baru sebaiknya menjadi keputusan yang diambil orang dengan sengaja, bukan sesuatu yang bisa dilakukan agent untuk dirinya sendiri.
4. Tentukan apa yang boleh dilakukan tanpa bertanya
Inilah keputusan desain yang paling penting. Pola yang berguna adalah memisahkan tindakan ke dalam beberapa kelompok:
- Tindakan aman, seperti membaca informasi, yang boleh dilakukan agent dengan bebas.
- Tindakan yang mengubah sesuatu, yang sebaiknya ditanyakan dulu, setidaknya di awal pemakaian.
- Tindakan yang selalu berisiko, seperti menghapus data, menerbitkan sesuatu, pembayaran, atau mengubah sistem yang sedang berjalan, yang harus selalu mendapat persetujuan orang.
Saat orang menolak, agent harus berhenti dan menunggu arahan, bukan diam-diam mencari jalan lain untuk menyelesaikannya. Pengguna juga harus mudah melihat mode yang sedang dipakai agent dan mengubahnya.
5. Lindungi data rahasia dan tetapkan batasan
Simpan API key dan password terpisah dari pengaturan biasa agent, jauh dari tempat yang bisa dibacanya dengan mudah. Batasi tempat agent bekerja, misalnya folder atau sistem tertentu, dan batasi siapa saja yang boleh memberi perintah. Jika agent bisa diakses lewat aplikasi chat, hanya akun yang disetujui yang boleh memakainya. Tuliskan aturan keras, seperti file yang tidak boleh disentuh, lalu terapkan di dalam sistem, bukan mengandalkan ingatan model.
6. Tempatkan agent di alat yang sudah dipakai tim
Agent yang tidak pernah dibuka hanyalah usaha yang sia-sia. Banyak tim merasakan manfaat terbesar ketika agent berada di alat yang mereka pakai setiap hari, misalnya aplikasi chat, dan memperlihatkan langkahnya saat bekerja. Melihat apa yang dibaca, apa yang diubah, dan mengapa agent berhenti adalah hal yang membangun kepercayaan. Jika agent harus tersedia sepanjang hari, jalankan sebagai layanan yang menyala kembali sendiri, bukan jendela yang harus terus dibuka seseorang.
7. Uji seperti software, bukan seperti demo
Demo yang bagus hampir tidak membuktikan apa-apa. Siapkan sekumpulan tugas nyata dengan kriteria lulus atau gagal yang jelas, lalu jalankan setiap kali Anda mengganti model, instruksi, atau alat. Untuk tugas yang lebih besar, biarkan agent menyusun rencana sebelum bertindak, agar orang bisa memeriksanya lebih dulu. Mulailah dengan pengawasan ketat, lalu longgarkan hanya ketika hasilnya terbukti andal.
Kapan AI agent bukan jawaban yang tepat
Jika prosesnya sendiri belum jelas, agent hanya akan mempercepat kebingungan. Jika tugasnya jarang terjadi, atau membutuhkan penilaian manusia yang cermat di setiap langkah, alat yang lebih sederhana atau proses yang lebih rapi mungkin lebih cocok. Jujur soal ini sejak awal menghemat banyak waktu dan biaya.
Jika Anda sudah punya tugas yang ingin dikerjakan agent dan ingin tahu apakah cocok, ceritakan kepada kami. Kami akan meninjau prosesnya bersama Anda sebelum apa pun mulai dibangun.
Kirimkan gambaran singkat bisnis Anda dan hal yang ingin diperbaiki. Kami akan menghubungi Anda kembali.